Band Heaters


Band Heater, Band Heater Ceramic dan Nozzle heaters adalah jenis pemanas yang berbentung tabung difungsikan untuk memanaskan tabung atau pipa yang didalamnya terdapat material yang akan dijeaga temperaturnya agar tidak beku atau mengalami penurunan termperatur sehingga tidak bisa gunakan untuk proses produksi.
Band heater biasanya terbuat dari niklin dan isolatornya menggunakan mica kaca dengan pelindung plat stailess steel atau plat galvanis. Akan tetapi pada temperature tinggi biasanya isolatornya menggunakan ceramice dan niklinnya berbentuk spiral.
Kegunaan band heater sering diaplikasikan pada mesin-mesin plastik dimana plastik yang dipanaskan untuk dibentuk sesuai design mesinnya temperaturnya akan dijaga oleh band heater pada titik tertentu.
Band Heater seringkali juga di aplikasikan untuk memanaskan bahan cair didalam tanggki agar suhunya terjaga sesuai yang diinginkan. Pada kondisi tertentu band heater juga dipergunakan untuk menjaga temperature pada pipa panjang yang didalamnya dilewati material cair agar tidak mengalami pembekuan sepanjang aliran pipa maka diluar pipa tersebut dipasang band heater.
Varian daya yang bisa dibuat band heater sangat beragam, mulai dari watt kecil sampai dengan diribuan watt bisa dibuat. Kelemahan dari band heater adalah tidak boleh kena cairan karena band heater adalah jenis heater kering yang rentan rusak jika terkena cairan.

Circulation Heater Model



Circulation Heater Model (CHM) difungsikan untuk memanaskan media cair dan bersikulasi dari satu tempat ke tempat lainnya. Yang umum di panaskan pada sistem ini, yang di Indonesia sering disebut dengan heater tabung adalah air, oli, residu atau seringkali pula CPO ( minyak sawit ).
Prinsip kerjanya amat sederhana, dari tangki penampung bahan cair yang akan dipanaskan didistribusikan dengan pompa menuju CHM dan langsung dipanaskan oleh heater kemudian dialirkan ke tempat dimana bahan cair tersebut akan digunakan.
Besarnya daya pada CHM tergantung seberapa besar cairan yang akan dipanaskan dalam satuan waktunya dan seberapa tinggi temperature yang akan di capai. Semakin besar kapasitas yang diinginkan dan semakin tinggi yang diinginkan daya heater juga semakin besar.
Heater yang umum dipakai pada CHM ini adalah jenis Immersion Heater atau kadang tubular heater sesuai dengan design yang diinginkan oleh pemesan.
Untuk kontrol temperature jika dayanya kurang dari 2 KW bisa menggunakan thermostat tanpa tambahan alat apapun, tetapi jika dayanya lebih dari 2 KW sebaiknya menggunakan panel control. Tujuannya agar panas yang diinginkan bisa stabil sehingga dapat memperlancar proses produksi,

Cast In Heater





Internusa Heater menawarkan beragam heater jenis cast in heater atau di Indonesia sering disebut dengan heater cor berbahan alumunium yang melepisi elemen heaternya.
Internusa  cast-in heater adalah produk pemanas pilihan yang sangat baik untuk memenuhi persyaratan industi makanan yang berkualitas tinggi. Internusa menunjukkan kemampuan sebagai pemasok elemen heater (pemanas) yang menghasilkan nilai tambah sehingga sangat efisien didalam mendukung proses produksi.

Produk element pemanas Internusa disamping memiliki kualitas tinggi secara teknis, model dan pengerjaan yang halus membuat menjadikan mudah dalam pemasangan dan memenuhi estetika yang tinggi bagi perusahaan-perusahaan yang menggunakan standart tinggi, baik untuk kepentingan sertifiksi Internasional maupun tingkat kebersihan perusahaan yang saat ini menjadi sangat penting, khususnya untuk industri makanan.

Cartridge Heaters


CARTRIDGE HEATER adalah jenis element pemanas yang teknik pembuatannya menghandalkan kepadatan MGO didalam sebuah pipa. Semakin padat isolatornya didalam melindungi element didalam tabung akan menghasilkan watt yang tinggi hingga  50 W / cm².


Aplikasi Cartridge Heater adalah sebagai berikut :

Bar Seal, Pemanas molding injection machine, Karet Molding, alat kesehatan, Casting, Las Plasting dan pemanas cairan (meskipun langka).

Cartridge Heater adalah tergolong heater tanggung dengan bentuk yang kecil akan tetapi memiliki daya yang sangat besar. Karena itu harga Cartridge Heater adalah tergolong lebih mahal jika dibandingkan dengan jenis heater yang lainnya.

Immersion Heater



Immersion Heater adalah jenis elemen pemanas yang fisiknya bersentuhan langsung dengan bahan cair yang dipanasi didalam suatu bejana. Pada umumnya Immersion Heater memiliki daya yang cukup tinggi dalam kisaran ribuan watt.
Immersion Heater memiliki dua macam fitting adapter, yaitu jenis screw dan jenis flange menyesuaikan dengan design bejana yang akan ditempati oleh Immersion Heater.
Secara umum material tube yang digunakan untuk membuat Immersion Heater ada tiga macam, yaitu SS304, SS316 dan pipa tembaga. Sedangkan fitting adapternya terbuat dari bahan besi, SS dan kuningan.

Sauna Tubular Heater



Elemen pemanas (element heater) khusus untuk sauna, yaitu mandi uap panas dengan tujuan agar berkeringat dan menjadi sehat.
Heater sauna sebenarnya heater kering, tetapi dalam aplikasinya sering terkena cairan air dikarenakana untuk dapat menghasilkan asap disiram air pada tungku atau batu sauna yang berada disekitaran elemen.

Tubular Heater U Form


Tubular heater U form adalah elemen pemanas (element heater) berbahan Stainless Steel yang bentuknya menyerupai huruf U. Besaran dayanya dan dimensi modelnya bisa menyesuaikan dengan permintaan pelanggan.

Tubular heater U form dapat digunakan pada bahan cair maupun bahan kering tergantung dari permintaan pemesan.

Silicon Carbite Heating Element


Silikon karbida elemen pemanas adalah jenis pemanas (heater) listrik non-logam untuk temperatur suhu tinggi. Materialnya terbuat dari silikon karbida hijau kualitas sebagai bahan utama, yang dibuat menjadi bentuk seperti pipa dengan pemanasan pada suhu tinggi sehingga menjadi mengkristal. Dibandingkan dengan element pemanas listrik dari material logam, jenis elemen ini difungsikan untuk suhu tinggi, anti oksidasi, anti korosi, umur panjang, sedikit deformasi, kemudahan instalasi dan pemeliharaan mudah. Oleh karena itu, banyak digunakan dalam berbagai tungku suhu tinggi yang menggunakan energi listrik seperti element pemanas yang lainnya, seperti dalam industri magnet, keramik, metalurgi serbuk, kaca dan mesin-mesin, dll.
Kami mengadopsi proses produksi baru dimana ada zona panas dan ada zona dingin di tiap-tiap ujung heater.

Thermocouple Sensors



Thermocouple adalah sebuah perangkat thermoelectric yang digunakan untuk mengukur suhu secara akurat, terutama suhu tinggi. Thermocouple terdiri dari sirkuit yang memiliki dua kawat dari logam yang berbeda kemudian ujungnya dipertemukan dengan cara di welding. Ketika salah satu logam dipanaskan, dan yang lainnya melepas kondisi dingin, perbedaan suhu menyebabkan arus listrik mengalir melalui rangkaian. Karena jumlah gaya gerak listrik yang dihasilkan tergantung pada perbedaan suhu antara dua logam, pengukuran gaya dapat digunakan untuk menghitung suhu logam yang dipanaskan.

Dengan kata lain, termokopel terjadi ketika dua jenis logam bergabung di persimpangan terkena gradien suhu. Ketika dua logam yang berbeda yang terkena gradien suhu maka dapat menghasilkan muatan listrik yang sangat kecil, umumnya diukur dalam milivolt.

Termokopel dapat dibuat dari bahan yang sangat umum seperti besi dan nikel. Termokopel juga bisa dibuat dari bahan-bahan langka dan mahal seperti platinum dan rhodium.

Di Amerika Serikat, yang berbeda huruf dan kode warna sebutan yang ditetapkan untuk setiap jenis termokopel dengan ANSI / ASTM E 230 standar. standar Eropa ditetapkan oleh IEC yang menggunakan kode warna yang berbeda sebutan untuk termokopel tetapi sebagian besar menempel dengan sebutan huruf yang sama.

Jenis-jenis Thermocouple yang umum dipakai menurut ASTM dan IEC dan mudah didapat, termasuk di Indonesia adalah :

1. Jenis Thermocouple Type J (Paling Umum) banyak digunakan dibarbagai Industri dan mampu mendeteksi dari temperatur rendah sampai dengan temperatur diatas 1000 Deg.C

2. Jenis Thermocouple tipe K  (Paling Umum Hot Real): termokopel ini terdiri dari Chromel dan Alumel. Jenis Thermocouple ini dianjurkan untuk pengoksidasi atau atmosfer  sampai 2300 deg. F. batas atas dan di bawah 1.800 deg. F tidak dianjurkan. Thermocouple ini cukup akurat dan stabil pada suhu tinggi.

3. Jenis Thermocouple  Tipe N, termokopel ini terdiri dari Nicrosil dan Nisil. thermocouple ini dianjurkan untuk dipakai sama dengan tipe K, tetapi memiliki ketahan yang lebih baik dibanding dengan type K.

4. Jenis Thermocouple tipe T (Paling Umum Estat Cold): termokopel ini terdiri dari tembaga dan Constantan. Ini dapat digunakan dalam ruang hampa, oksidasi. . Ia memelihara ketahanan yang baik terhadap korosi di sebagian besar atmosfer dan stabilitas tinggi pada sub-nol suhu.

5. Jenis E Thermocouple (Paling Umum Daya Aplikasi): termokopel ini terdiri dari satu kaki Chromel dan satu kaki Constantan. termokopel ini tidak tunduk terhadap korosi di sebagian besar atmosfer. Type E juga memiliki EMF tertinggi per derajat dari setiap jenis thermocouple standar. Namun, thermocouple ini harus dilindungi dari atmosfer belerang.

6. B Type, R & S Termokopel (Paling Umum, Real Hot): Platinum & Rhodium Termokopel. Direkomendasikan untuk penggunaan dalam atmosfer oksidasi atau inert. Mengurangi atmosfer dapat menyebabkan pertumbuhan butir yang berlebihan dan hanyut di kalibrasi termokopel tersebut. Jenis R & S dapat digunakan sampai dengan 1480 tipe B C. dapat digunakan sampai dengan 1700 C.

7. Tipe C Thermocouple (Untuk Hottest dari Lingkungan): Tungsten dan Renium termokopel. Direkomendasikan untuk digunakan dalam ruang hampa, kemurnian hidrogen tinggi atau atmosfer inert murni. Dapat digunakan pada suhu yang sangat tinggi (2316 C). thermocouple ini, bagaimanapun, adalah inheren rapuh.